About Me

atik a.k.a noe
---people seem to be normal until you get to know them---
Lihat profil lengkapku
" My Galery "
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2009

Dear Life…



Pagi ini matahari memaksa untuk kembali bangun dan beranjak
Langkahku, bukan lagi untuk menapaki jejak yang sama
Bahkan ketika laju seperti mengakar pada lalu
Dan tubuh masih bau debu.. sisa sisa nafas matahari sore kemarin
Jika debu pun nyatanya bisa menyucikan
Mengapa sesalkan perjalanan

Kulihat pendarmu, di kejauhan..
Kau kah itu.. Separuhku,
Ataukah lagi lagi menjadi nihil..
Dalam jeruji takdir,
kembali kubiarkan menikmati dentingan perjamuan hidup..

Senin, 06 April 2009

pacar kamu, kekasih aku




ketika ada hitam dan putih,
maka akulah sang abu abu..
ketika ada terang dan kelam,
maka akulah yang disebut redup..
tapi itulah keberadaan
diantara sesuatu yang terlihat berdampingan.

karena adaku,
tak sampai nyata untuk ada di sisimu
karena hadirku,
tak menyanggupkan langkah untuk sampai ditempatmu

saat ada sedikit celah dihatimu
maka biarkan aku memenuhinya
walau sempit
walau pengap
walau sedikit
biar kau tahu
itu aku,
walau sekelumit

aku tahu,
hadirku seperti bulan sabit yang menusuk
kadangkala bulan purnama yang membuatnya kagum sejenak.
aku tahu,
karena bulan saja tak kan pernah cukup,
untuk menerangi harinya..


Senin, 09 Maret 2009

Memoar,


Senja itu, kubuka lagi kotak tentangmu.

Tentang masa lalu yang takkan pernah jadi masa depan...

Ku pahami itu, dan kau tahu itu...


Sementara, melihat senyummu,

terbingkai dalam lembaran foto

Perlahan sesak menyergap bagai perampok ulung.

Mencuri masa kini dengan memoar masa lalu

Penuh sesak...pada dirimu rindu terletak..


Sementara, hasrat tumpah ruah ingin sekedar bertemu,

Entah untuk apa,

Hanya ingin melihatmu,

Menatap senyummu,

dalam kejauhan..

kumohon, sekali saja...

Agar dapat kumatikan rasa ini..

Dan merelakanmu,


Walau hatimu, hatiku... padu, dalam masa lalu..

Dan ku rindu itu,




Selasa, 03 Maret 2009

Ar Rijalul Ghad..


Dibawah bahu tanganmu,

Masih ada jejak jejak debu..

Tempat bernaung kelambu harap

Atau setelungkup doa ibu..

Yang terus dipanjatkannya

Layaknya hujan yang merajut untaian air,

Untuk bumi yang dahaga...

Ketika takdir menggariskan kisahnya untukmu.

Arrijaal…

Jadikanlah kuatmu pelindung bagi yang lemah…

Tumpukanlah citamu,

Jadilah lelaki pemimpin di masa depan..

Dibalik punggungmu,

Menanti sejuta harap…





Selasa, 24 Februari 2009

Seketika,

Seketika,
mulai malas dgn tanda tanya,
berasa lelah dgn sejuta asa,
mimpi dan nyata saling berkejaran..
kalang kabut aku dibuatnya...
dituntut oleh melodrama hati dan kawanannya,
mengapa tak biarkan aku,
sedikit saja untuk bermimpi...
selalu saja,
hanya serupa awan putih di langit langit hatiku..
tak tersentuh juga...
lalu biarkanlah aku melukiskannya sendiri,
entah pada dinding hati yang mana...

Senin, 09 Februari 2009

Menanti

Sunyi,
bintang redup, hati sayup
mata hati terkatup
dimalam mengelana pekat
hati sayat-sayat
imaji menggeliat
terpahat dalam munajat
makin lama gundah makin menyampah
rintih, kelu kian letih
perih, sedih mendidih
dibalik punggungmu, lirih
masih...
hingga matahari...
menggariskan fajar,
menjinggakan senja,
sampai habis bulan sabit menusuk
masih saja kunanti,
pijaran lain sisiku.

Senin, 26 Januari 2009


Aku hanya ingin menyapamu dengan sejuta bahasa..
Dan lautan kata2 yang saling berdesakan..

Yang hanya tertuju untukmu
,
Tapi kau hanya diam..

Bercerita dengan curiga
Sampai lelah aku berjibaku dengan rasa..

Aku ingin hadir, ketika kau menjemput tanya...

Atau ketika kau sedang asyik dengan hatimu..

Hanya saja aku terlalu bisu,
Dan hanya menyapa selintas angin.. Membuatmu nyaman sejenak.. Agar kau berada tetap disana,
Tapi aku hanyalah jejak yang pulang, Karena tak sempat sampai tiba di tujuan
Dibalik ruang itu aku selalu menantimu,

Ruang yang tak pernah terbingkai oleh nyata adamu
Hingga saatnya lelah kau bernuansa.

Tapi disini,
Hatiku bukan untuk kau derma..


Bukan untuk siapa2.. hanya untuk siapa yang bukan hanya...

Senin, 29 Desember 2008

cerita gadis kardus


Seorang gadis kardus..
terlentang di tepi kehidupan,,
mungkin usianya sepertiga dariku..
tapi jiwanya lebih hidup 3 kali lebih kuat
kuperhatikan ia..
sedang menculik waktu tuk sekedar menikmati bintang
Melukis impian dilangit kelam
Dengan jari jari mungilnya..
Sebentar saja.. biarkan dia memainkan pena asanya..
Menulis cerita dilembaran awan pekat..
Entah esok..
Apakah aku masih bisa melihatnya tersenyum disana..
Dengan jubah untaian benang yang penuh dengan jejak jejak debu kehidupan..
Senyumnya, mengobati hatiku yang pualam..
Tak sempat aku menanyakan keadilan..
Tak sampai aku mengeluhkan kesedihan..
Ia masih bisa tersenyum dan menyanyikan
sebuah lagu untukku..
tentang kehidupan...
airmata,,
senyum,,,
dan canda..
dibumi yang dipijakinya..dan yang kan memijakinya, kelak


(cerita ttg seorang gadis mungil di bawah kolong jembatan by pass.. ia tak butuh dikasihani..ia butuh dikasihi)

Jumat, 07 November 2008

malam ini, milik kita..
bersaing dgn kelam dan terangnya bulan..
saling bergesekan..
dan malam hanyalah temaram..
seperti hati kita yang tak berani berterus terang

atau mungkin hanya aku saja..
yang kembali melilit waktu dengan imaji khayalku..
mencari kasihmu, disudut waktu..
karena aku adalah sisi lain cintamu.