
Langkahku, bukan lagi untuk menapaki jejak yang sama
Bahkan ketika laju seperti mengakar pada lalu
Dan tubuh masih bau debu.. sisa sisa nafas matahari sore kemarin
Jika debu pun nyatanya bisa menyucikan
Mengapa sesalkan perjalanan
Kulihat pendarmu, di kejauhan..
Kau kah itu.. Separuhku,
Ataukah lagi lagi menjadi nihil..
Dalam jeruji takdir,
kembali kubiarkan menikmati dentingan perjamuan hidup..








